STRATEGI PEMASARAN LAZADA, SHOPEE DAN TOKOPEDIA DALAM PEMASARAN BARU SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN METODE SAW

Authors

  • Gita Medina Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sari Mulia Author
  • Nor Anisa Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sari Mulia Author

DOI:

https://doi.org/10.34128/5jzwd835

Keywords:

Strategi pemasaran 3 platform, Metode Simple Additive Weighting, Sistem Pendukung Keputusan

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi pemasaran tiga platform e-commerce terbesar di Indonesia: Lazada, 
Shopee, dan Tokopedia, menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk menilai efektivitas 
dan efisiensi strategi tersebut. Analisis mencakup kriteria pemasaran seperti promosi, harga, kualitas 
layanan, kepercayaan konsumen, dan fitur teknologi. Hasil menunjukkan bahwa masing-masing platform 
memiliki keunggulan kompetitif. Shopee unggul dalam promosi dan harga yang kompetitif, yang menarik 
minat konsumen. Tokopedia menonjol dalam kualitas layanan dan kepercayaan konsumen, 
menjadikannya pilihan utama bagi yang mengutamakan pengalaman belanja yang memuaskan. Lazada, 
dengan inovasi teknologinya, menarik perhatian konsumen yang mencari fitur canggih dan kemudahan 
transaksi. Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa setiap platform memiliki kekuatan dan keunikan 
yang berbeda untuk menarik segmen pasar tertentu. Shopee perlu mempertahankan fokus pada promosi 
dan harga, Tokopedia harus terus meningkatkan kualitas layanan dan membangun kepercayaan, 
sedangkan Lazada harus berinovasi dalam teknologi dan fitur. Metode SAW terbukti efektif dalam 
memberikan penilaian komprehensif terhadap strategi pemasaran, yang dapat membantu perusahaan 
mengoptimalkan pendekatan mereka di pasar e-commerce yang kompetitif. 

Downloads

Published

2025-07-10

Issue

Section

Articles

How to Cite

STRATEGI PEMASARAN LAZADA, SHOPEE DAN TOKOPEDIA DALAM PEMASARAN BARU SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN METODE SAW. (2025). KOMNET : Jurnal Komputer, Jaringan Dan Internet, 1(2), 26-32. https://doi.org/10.34128/5jzwd835